Mau Ambil KPR tapi Nggak Tahu Cara Menghitung Bunga KPR? Baca Ini Dulu Yuk!

Mau Ambil KPR tapi Nggak Tahu Cara Menghitung Bunga KPR? Baca Ini Dulu Yuk!

Cara menghitung bunga KPR –  KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah adalah produk pembiayaan yang dibebankan pada pembeli rumah dengan cara pembiayaan hingga dengan presentasi tertentu berdasarkan harga rumah atau property yang diperoleh. KPR di Indonesia saat ini disediakan oleh bank walaupun ada beberapa perusahaan pembiayaan yang juga ikut dalam pembiayaan yakni dari lembaga sekunder pembiayaan perumahan yang dibangun. Tentu saja dari fasilitas KPR, ada beberapa jenis properti yang diperoleh oleh nasabah seperti mengajukan kepemilikan rumah, rukan, office space, apartemen dan juga ruko.

Mau Ambil KPR tapi Nggak Tahu Cara Menghitung Bunga KPR? Baca Ini Dulu Yuk!

Seperti yang kamu ketahui, ada dua jenis bunga yang ditawarkan yakni bunga tetap (fixed rate) dan juga bunga mengambang (floating rate). Fixed rate dalam KPR adalah penentuan tingkat bunga yang tetap dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, jika kamu memilih program fixed rate 7,5% yang ditawarkan oleh bank dalam kurun waktu 2 tahun, berarti kamu bisa debitur KPR bisa mencoba bunga dengan prosentasi tersebut dalam 2 tahun saja.

Berbeda dengan bunga mengambang atau floating rate yang merupakan penentuan tingkat bunga KPR berdasarkan bunga pasar. Jadi, bunga yang diberikan tidak tetap. Bunga KPR dengan jenis ini membuat debitur tidak akan dapat mencicipi prosentasi bunga yang stabil. Bunga bisa menjadi fluktuatif. Misalnya, jika kondisi pasar sedang bagus yakni berdasar tingkat bunga Bank Indonesia, maka bunga yang dikenakan pada debitur KPR menjadi rendah hingga bisa dibawah 10%. Namun, jika kondisi pasar tengah buram, bunga yang dikenakan bisa naik hingga lebih dari 15%. Dalam program promosi, bank seringkali mengkombinasikan dua jenis bunga tersebut. Tentunya, masing-masing bank memiliki ketentuan review atau juga kaji ulang dengan penawaran KPR yang berbeda. Mereka cenderung melakukan review setiap 3 bulan atau 6 bulan, tetapi jika tahunan akan sangat jarang sekali.

Nah, jika anda ingin mengajukan KTA termasuk untuk produk KPR, bagaimana cara menghitung bunga KPR?

Umumnya, ada tiga jenis penghitungan bunga untuk produk pinjaman termasuk KPR yakni:

1. Suku bunga flat

Untuk suku bunga flat, bisa dibilang perhitungan bunganya adalah yang paling mudah dibandingkan jenis lainnya. Angsuran setiap bulannya berjulah sama dengan bunga yang sama dan cicilannya juga sama. Perhitungan bunga ini digunakan pada KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Dengan kredit bunga flat atau juga dikenal sebagai bunga tetap, tentunya plafon kredit dan juga besarnya bunga dihitung secara proporsional berdasarkan jangka waktu kredit yang kamu ambil. Jadi, kamu nggak akan was-was dengan jumlah besarnya bunga, sebab nilai bunganya selalu sama setiap bulannya. Bunga tersebut bisa dikenakan dengan jumlah yang sama setiap bulan dikarenakan sudah masuk hitungan prosentasi bunga yang dikalikan pokok pinjaman awal. Maksudnya adalah jumlah pembayaran pokok dan bunga setiap bulan besarnya akan sama.

Baca juga : 5 Produk KPR Terbaik Dengan Suku Bunga KPR Terendah Ini Bisa Jadi Pilihan Kamu!

2. Suku bunga efektif

Bunga efektif dalam kredit juga sering disebut sebagai sliding rate yang artinya adalah perhitungan bunga yang dilakukan pada setiap akhir periode setoran kamu. Bunga kredit ini akan dihitung dari saldo akhir pada setiap bulan. Jadi, bunga akan dihitung berdasarkan nilai pokok yang belum lunas. Artinya, bunga per bulan bisa berubah-ubah mengikuti nilai pokok yang belum dilunasi. Nilai bunga juga dibayar debitur setiap bulan menjadi semakin mengecil. Jika bunganya yang dibayar mengecil, angsuran per bulannya bisa semakin menurun dari masa ke masa. Jadi, angsuran bulan kedua menjadi lebih ringan dari angsuran bulan pertama dan begitu seterusnya.

Cara menghitung bunga KPR

3. Suku bunga Anuitas

Nah, jika kamu penasaran dengan suku bunga anuitas, sebenarnya suku bunga jenis ini adalah hasil modifikasi perhitungan kredit bunga efektif. Modifikasi dilakukan supaya nasabah bisa lebih mudah dalam membayar cicilan setiap bulannya. Hal ini dikarenakan angsuran yang ada setiap bulan bernilai sama. Dalam kredit jenis ini, angsuran per bulannya tetap loh. Tetapi, komposisi bunga serta pokok angsuran menjadi berubah setiap periodenya. Jadi, nilai bunga setiap bulan menjadi semakin ringan tetapi angsuran pokok per bulannya yang menjadi lebih besar. Dengan kata lain, angsuran bulanannya tetap tetapi yang berbeda adalah komposisi antara pokok dan bunga.

Nah, bagaimana sekarang? Tentu kamu sudah tahu tentang 3 jenis bunga KPR yang bisa kamu pilih berdasarkan kebutuhan dan kemampuan. Dengan begini, kamu bisa mengajukan KPR setelah mengetahui cara menghitung bunga KPR. Jangan sampai kebalik, belum tahu cara menghitung bunga KPR tapi sudah mengambil KPR duluan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...