Cara Mengisi Faktur Pajak Dan Persyaratan Yang Harus Diperhatikan

Cara Mengisi Faktur Pajak  – Semua perusahaan di Indonesia seperti Perusahaan Perseroan Komanditer atau CV, Perusahaan Firma atau Fa, Perusahaan Terbatas atau PT dan lainnya, pastinya perusahaan-perusahaan tersebut wajib memiliki Nomor Pokok Wajb Pajak atau NPWP.

BACA JUGA : Dana Talangan Haji, Tips, Syarat dan Pendapat Ulama Tentang Hukumnya

Cara Mengisi Fraktur Pajak Dan Persyaratan Yang Harus Diperhatikan

NPWP tersebut digunakan sebagai acuan dalam membayar pajak  atau sebagai sarana administrasi perpajakan. Mereka juga berkewajiban membayar pajak, karena membayar pajak hal yang terpenting dan juga menjadikan salah satu pokok penghasilan negara demi kesejahteraan masyarakat, negara juga sudah memberikan kepercayaan terhadap perusahaan atau pun masyarakat untuk melapor, menyetor/membayar pajak secara berkala begitu juga menjadi persyaratan bagi sejumlah pelayanan umum misalnya seperti pembuatan paspor, pengajuan kredit dan lain sebagainya.

Untuk pembuatan kartu NPWP sendiri prosesnya terbilang sangat cepat  cukup dengan 1 hari saja, kartu NPWP sudah jadi, namun bila ada satu saja persyaratan yang kurang maka permohonan anda  akan tertunda, maka dari itu anda perlu mengetahui syarat-syarat untuk membuat Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP.

Adapun cara mengisi faktur pajak dan persyaratan yang harus dibawa untuk wajib pajak adalah sebagai berikut :

 

Berikut ini ada beberapa cara mengisi faktur pajak yang perlu anda diperhatikan

1. Kode dan seri nomor pajak

Kode dan seri nomor pajak tersebut diisi dengan format yang sudah ditetapkan dalam lampiran III tentang peraturan Direktur Jenderal Pajak

BACA JUGA : Biaya Kuliah Di UI Yang Terbaru

2. Pengusaha kena pajak

Pada kolom Pengusaha kena pajak Ini dapat diisikan dengan nama, alamat, nomor pokok wajib pajak terhadap pengusaha kena pajak yang dapat menyerahkan barang kena pajak atau pun terhadap jasa kena pajak, yang sudah ditetapkan dalam surat pengukuhan pengusaha kena pajak , terkecuali pada alamat tempat domisili atau tempat terakhir kegiatan pengusaha kena pajak

3. Pembeli barang kena pajak atau penerima jasa kena pajak

Berikut pengisian tentang barang kena pajak:

a. Nomor urut

Nomor urut yang diisikan dari barang kena pajak atau penerima jasa kena pajak yang diserahkan.

b. Nama barang kena pajak atau jasa kena pajak

Pada pengisian ini dapat diisikan nama barang kena pajak atau jasa kena pajak.

Dalam hal pengusaha kena pajak dapat pula ditambahkan keterangan harga per unit atau jumlah per unit. Dalam penerimaan uang muka atau cicilan pada kolom nama barang kena pajak atau jasa kena pajak dapat ditulis dengan keterangan, contoh angsuran, uang muka,  atau pun termin

c. Harga jual/penggantian/uang muka/termin

Dalam pembayaran Harga jual atau penggantian atau uang muka atau termin ini biasanya dilakukan dengan menggunakan mata uang asing, yang harus dikonversikan dalam mata uang rupiah dengan kurs yang berlaku menurut surat keputusan menteri keuangan pada saat pembuatan faktur pajak.

Jumlah Harga jual/penggantian/uang muka/termin

Pada kolom Harga jual atau penggantian atau uang muka atau terminini diisikan dengan penjumlahan angka-angka.

Potongan harga

Diisikan pada kolom potongan harga dengan nilai total barang kena pajak/jasa kena pajak yang diserahkan.

Uang muka yang diterima

Kolom ini diisi dengan penyerahan barang kena pajak/jasa kena pajak.

Dasar pengenaan pajak

Pada kolom ini diisi penggantian atau uang muka atau termin terhadap potongan harga dan uang muka yang sudah diterima. PPN= 10% X

Dasar pengenaan pajak

Pada kolom ini padat diisi jumlah pajak pertambahan nilai yang terutang sebesar 10% dari dasar pengenaan pajak.

Pajak penjualan atas barang mewah

Kolom ini diisi bila terjadi penyerahan barang pajak yang termasuk golongan mewah..

…., tgl…

Diisi tempat/kota dan tanggal faktur pajak  anda dibuatkan.

Nama dan tanda tangan

Nama dan tanda tangan diisi pejabat  yang ditunjuk pengusaha kena pajak untuk menandatangani faktur pajak, yang sudah diberitahukan secara tertulis pada kantor pelayanan pajak tempat pengusaha kena pajak.

BACA JUGA : Cara Menabung Yang Baik Dan Teratur

Setelah anda sudah tau cara mengisi faktur pajak, selanjutnya syarat yang harus dibawa untuk wajib pajak yaitu:

1. Untuk syarat wajib pajak pegawai atau karyawan yang tidak mejalankan usaha

untuk warga Negara Indonesia; fotocopy kartu tanda penduduk (KTP), bagi warga Negara asing; fotocopy paspor, fotocopy kartu izin tinggal terbatas/kartu izin tinggal tetap. fotocopy SK PNS/ keterangan kerja dari tempat anda bekerja.

2. Untuk syarat wajib pajak bagi wiraswasta.

fotocopy tanda penduduk. fotocopy surat tanda usaha yang bisa dimintakan kepada kelurahan setempat. isi formulir pernyataan yang bermaterai 6000(materai bawa dari rumah)

3. Selanjutnya syarat untuk wajib pajak bagi wanita menikah

Dalam hal ini terjadi pada perorangan pribadi wanita menikah memilih melaksanakan kewajiban perpajakan secara terpisah dari suami atau sendiri-sendiri,dan tertulis dalam perjanjian pemisahan penghasilan dan harta.

Syaratnya ;

a. Fotocopy kartu NPWP suami

b. Fotocopy kartu keluarga (KK)

c. Fotocopy surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta dan kewajiban perpajakan secara terpisah dari suami atau sendiri-sendiri.

d. Fotokopi SK PNS / keterangan kerja dari tempat anda bekerja kemudian mengisi formulir yang sudah disediakan kantor pajak.

Akan lebih baik jika anda melakukan pembayaran pajak secara pribadi atau dilakukan sendiri tanpa jasa, karena akan lebih mudah dan juga menambah pengalaman dan pengetahuan.Itulah tadi beberapa cara mengisi faktur pajak dan juga persyaratannya, akan lebih baik semua itu dilakukan tanpa menggunakan jasa. Selamat mencoba

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...