Cara Anda Mempersiapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi atau Investasi?

Cara Anda Mempersiapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi atau Investasi?

Cara Anda Mempersiapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi atau Investasi? – Sebagai orang tua, tentu anda akan dipusingkan dengan masalah mempersiapkan pendidikan yang terbaik untuk anak anak anda. Untuk itu mempersipakan dana pendidikan yang sangat mahal dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun mengingat nilai inflasi yang juga akan terus meningkat.  Mensiasati hal ini, anda harus mulai memikirkan menyisihkan pendapatan agar tidak kaget nantinya. Ketika anda sudah bertekad menyisihkan sebagian pendapatan anda, saat nya memilih mengalokasikannya untuk asuransi pendidikan atau investasi.

Cara Anda Mempersiapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi atau Investasi?

Cara Anda Mempersiapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi atau Investasi?

Sebelum menentukan saluran mana yang akan digunakan untuk mengembangkan dana anda, perlu melakukan langkah langkah di bawah ini :

  1. Meninjau Kembali Keuangan Anda

Untuk mempersiapkan dana pendidikan, anda harus menghitung kembali nilai keuangan yang anda punya. Jika anda mempunyai beberapa asset dan investasi seperti deposito, reksadana, polis asuransi, atau investasi emas berapa total nilainya dan proyeksi keuntungan ke depannya. Apakah total nilai tersebut akan cukup untuk membiayai pendidikan anak anda saat berumur 18-21 tahun ?? Jika belum tentu anda harus menyiapkan dana tambahan lagi.

Baca juga : Apa Yang Perlu Diperhatikan Untuk Mendapatkan Bunga Deposito

  1. Mulai Menghitung Estimasi Pendidikan Anak Anda

Cara berikutnya yang harus dilakukan para orang tua adalah mulai mendata biaya pendidikan dan hidup saat ini dan menghitung berapa nilainya di masa depan. Contohnya jika masuk kuliah di perguruan tinggi Indonesia sekarang untuk 4 tahun membutuhkan biaya hingga 140 juta, dan inflasi per tahun 15% maka biayanya di masa depan 1,14 M untuk 15 tahun dari sekarang.

  1. Mengkalkulasi Kekurangan Dana

Tahapan ini merupakan tahapan yang paling penting untuk membuat perencanaan dana yang harus disiapkan dan bagaimana starateginya. Anda harus tahu posisi keuangan anda sehingga bisa mempersiapkan dana kekuarangannya bisa didapatkan seperti apa. Contohnya : jika anda mempunyai anak berumur 1 tahun dan 17 tahun ke depan anda sudah harus mengeluarkan dana untuk pendidikannya. Jika anak anda membutuhkan biaya kuliah sebanyak 1,5 M untuk meraih gelar sarjana empat tahun di perguruan tinggi Indonesia dengan perhitungan nilai inflasi 15% per tahun. Jika saat ini anda memiliki simpanan sebesar 200 juta, maka kekuarangan dana anda sebesar 1,3M. Darimana anda mendapatkan kekurangannya??

Setelah melakukan 3 tahapan di atas, anda akan dengan mudah menentukan strategi untuk mulai meyiapkan dana kekurangannya dengan Asuransi atau Investasi. Saya akan memberikan gambaran tentang kelebihan dan kekurangannya masing masing.

A. Investasi

  1. Tabungan di Bank

Cara ini adalah cara yang paling umum dan mudah yang bisa anda lakukan. Prosesnya tinggal anda membuka rekening di bank dan memasukkan dana anda lalu menambahkan saldonya tiap bulan. Keuntungan yang bisa anda dapatkan adalah uang anda tidak akan pernah berkurang karena mendapatkan bunga yang sudah pasti berkisar antara 2-3% per tahun. Namun anda pun harus membayar pajak dengan nilai yang tergatung saldo anda. Jika saldo anda di bawah 7,5 juta maka nilai pajak yang harus dibayar sebesar 15%. Berbeda halnya jika saldo anda di atas 7,5 juta maka nilai pajaknya 15% dari bunga.

Kekurangan dari cara investasi seperti ini adalah jika anda mengalami resiko cacat atau kematian yang menyebabkan penghasilan anda terhenti tentu tidak bisa lagi menyetor dana tiap bulannya. Dengan seperti ini, dana yang anda siapkan tidak lagi bisa diteruskan. Selain itu, bunga yang anda dapatkan dari bank sebesar 3% tidak bisa menutupi nilai inflasi per tahun yang rata rata melebihi bunga yang didapatkan yaki 10% per tahun. Secara fisik memang anda tidak akan kehilangan uang anda, tapi secara nilai uang anda akan terus berkurang.

  1. Deposito

Bila anda memliki dana yang akan disetorkan sekaligus ke rekening bank anda, pilihan deposito menjadi lebih menarik karena bunga yang anda akan dapatkan jauh lebih besar disbanding tabungan biasa yakni 8-9% per tahun. Namun kekurangan dari cara ini adalah uang anda akan dikunci untuk jangka waktu tertentu sesua dengan program deposito yang anda ikuti. Pajak yang harus anda bayarkan berkisar antara 15-20% per tahun. Dan tetap tidak bisa mengimbangi nilai inflasi yang besar 8% < 10%.

  1. Tanah

Cara ini bisa anda lakukan jika anda memiliki dana yang lumayan besar. Namun jangan pernah lakukan jika anda harus mempersiapkan dana untuk anak anda dalam jangka waktu di bawah 10 tahun. Misalnya anak anda berusia 7 tahun, maka investasi ini sangat tidak disarankan karena investasi ini membutuhkan jangka waktu yang lama untuk bisa mendapatkan hasilnya. Anda bisa mendapatkan keuntungan hingga 30% per tahun dari investasi tanah, namun harus menunggu jangka waktu minimal 10 tahun. Selain itu, menjual tanah tidak seperti menjual kerupuk. Jika membutuhkan dana ini seminggu ke depan, tidak mungkin anda bisa mencairkannya hari ini atau besoknya.

  1. Emas

Investasi lain yang sekarang sangat digandrungi oleh banyak orang adalah membeli emas murni. Harga emas memang terus naik tiap gramnya, namun ini terjadi pada kondisi konsidi tertentu misalnya jika harga dolar naik, terjadi inflasi, atau terjadi kerusuhan social. Jika kondisi normal normal saja, paling kenaikan emas per tahunnya hanya 5% atau bisa juga turun.

B. Asuransi

  1. Asuransi Pendidikan

Cara yang bisa anda gunakan selain investasi adalah dengan memiliki asuransi pendidikan. Telah banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk ini dengan berbagai kelebihannya. Sebut saja prudential, sebagai pelopor perusahaan asuransi memiliki produk asunasi pendidikan untuk anak dengan berbagai kelebihan di bawah ini :

  1. Fleksibel, artinya anda bisa mengambilnya kapan saja dan bisa merubah penempatan dana alokasinya kapan pun anda mau.
  2. Terdapat perlindungan resiko, jika terjadi resiko pada orang tua sebagai sumber pencari nafkah (Sakit kritis,cacat total dan tetap, atau meninggal) maka perusahaan asuransi lah yang meneruskan dana pendidikan untuk anak anda.
  3. Hasil/return nya sangat kompetitif. Pada tahun 2010, prudential bisa memberikan pengembalian sebesar 42,9 % untuk salah satu produk saham (equity)
  4. Bisa anda satukan dengan program perlindungan rumah sakit
  5. Dana anda dikelola oleh para ahli keuangan yang professional di bawah naungan Prudential Asset Management.

Disamping kelebihan kelebihan yang ditawarkan di atas, namun resiko yang ditawarkan pun sangat tinggi. Prinsipnya semakin tiggi return yang dihasilkan maka besar juga kemungkinan resiko yang dihadapi. Sehingga anda harus bijak memilih mana yang terbaik untuk menyiapkan dana pendidikan untuk anak anda, dengan asuransi kah atau investasi ? Semoga bermanfaat

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...