Denda pajak motor

Denda Pajak Motor Karena Punya Motor Banyak? Jangan Sampai Kena Dengan Tips Ini

Denda pajak motor – Nggak peduli di kota atau di desa, setiap rumah hampir memiliki kendaraan roda dua atau motor lebih dari satu atau bahkan sudah tiga. Umumnya ibu, ayah, dan anak-anak sudah memegang motor sendiri-sendiri untuk memperlancar mobilitas baik yang penting atau nggak penting. Nah, kalo punya motor banyak, sebaiknya jangan sampai nunggak pajak dan kena denda ya!

BACA JUGA : Mau gadai BPKB motor biar dihargai tinggi? Pelajari ini dulu!

Punya Motor Banyak? Jangan Sampai Kena Denda Pajak Motor!

Sebelum membahas tentang denda pajak, sebaiknya ketahui dulu jenis pajak motor yang termasuk dalam pajak progresif, yakni pajak yang tarif pemungutan berdasarkan presentasi yang meningkat mengikuti nilai objek atau kuantitas. Jadi, kalo kamu punya motor lebih dari satu, sudah pasti presentasi tarif pajaknya meningkat. Misalnya, motor pertama yang kamu miliki dikenakan pajak sebesar 1,5%, tetapi kalo sudah memiliki motor kedua bisa mencapai 2% dan akan terus meningkat berdasarkan jumlah motor yang kamu miliki.

Maka dari itu, pemikiran bahwa pajak motor adalah bukan hal yang harus segera dibayarkan atau merupakan kepentingan yang mendesak harus segera dibuang. Soalnya, kalo memiliki banyak motor dan telat bayar pajak, sudah pasti tunggakan menjadi semakin besar dan denda pun bisa membebani finansial kamu. Denda yang dikenakan saat telat membayar pajak bisa mencapai 20% dari pajak pokok motor kamu.

Apalagi, jika denda tidak segera dibayar bahkan hingga lebih dari 1 bulan, maka besarnya denda yang akan dikenakan menjadi 2% setiap bulannya. Namun, pemerintah sudah membatasi denda pajak motor maksimal 48%. Sehingga, walaupun kamu tidak membayar denda lebih dari 2 tahun, denda pajak tetaplah sama yakni 48%.

BACA JUGA : Penasaran Dengan Perhitungan Simulasi Kredit Mobil Baru Dari Bank Atau Leasing? Berikut Jawabannya!

Untuk denda pajak motor akan dikenakan jika wajib pajak telat bayar dan lewat dari jatuh temponya. Dendanya adalah 25% dari pajak pokok per tahun dan juga ditambah denda SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Untuk menambah pengetahuan kamu, berikut cara menghitung denda motor.

Jika pajak yang dikenakan adalah 25% per tahun dan kamu terlambat 3 bulan. Berarti, kamu harus membayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 1.5% dari nilai jual kendaraan) x 25% x 3 1/2

Nah, beda lagi kalau sudah terlambat 6 bulan. Artinya kamu akan dikenakan biaya PKB x 25% x 6 1/2

Untuk roda 2, juga terdapat denda SWDKLLJ, yakni Rp 32.000.

Contoh lainnya nih, jika kamu punya motor dan telat bayar pajak selama 6 bulan. Jumlah pajak kendaraan bermotor yang ada di STNK kamu tertera Rp. 200.000, sedangkan untuk SWDKLLJ adalah Rp. 32.000
Nah, denda yang kamu dapatkan adalah:
(PKB X 25% X 6 1/2) + SWDKLLJ
(200.000 x 25% x 6 1/2 ) + 32.000
25.000 + 32.000 = 57.000

Denda pajak motor

BACA JUGA : Bayar Pajak Motor dan Masih Sering Sewa Calo ? Coba Urus Sendiri Mudah Kok, Ini Dia Caranya!
Cukup banyak juga kan denda yang kamu dapatkan? Itu baru satu motor loh, belum kalau punya banyak motor di rumah.

Kalo punya banyak motor, misalnya 4 motor dengan tipe dan tahun yang sama. Pajak yang dikenakan misalnya juga sama.
Anggap saja PKB Rp. 450.000 sedangkan SWDKLLJ Rp. 50.000
Untuk tahu pajak setiap motor kamu, yang harus dihitung dulu adalah NJK (Nilai Jual Kendaraan), yaitu bukan berarti harga jual umum kendaraan kamu, tapi nilai yang sudah ditetapkan oleh Dispenda atau Agen Pemegang Merek (APM)

Untuk mencari NJK adalah PKB X 2/3 X 100
Artinya, 450.000 x 2/3 x 100 = 30.000.000

Berarti untuk motor pertama adalah:
PKB = 30.000.000 x 1.5% = Rp 450.000

Untuk motor kedua adalah:
PKB = 30.000.000 x 2% = Rp 600.000

Motor ketiga adalah:
PKB = 30.000.000 x 2.5% = Rp 750.000

Dan motor keempat adalah:
PKB = 30.000.000 x 4% = 1.200.000

Jadi, jika kamu punya 4 motor dan harus bayar pajak, sudah pasti semua hasil di atas harus ditambahkan seperti berikut:
450.000 + 600.000 + 750.000 + 1.200.000 = 3.000.000

Itu jumlah pajak yang harus kamu bayar setiap bulannya dan kalau sampai kena denda, sudah pasti beban yang kamu miliki semakin besar loh.

Maka dari itu, sebaiknya jangan anggap remeh denda pajak motor. Jika dibiarkan menumpuk, bisa mengganggu kebutuhan penting lainnya. Selain itu, kan sayang kalau harus buang-buang uang cuman untuk bayar denda motor. Kalau ditabung dan dibuat liburan bersama keluarga akan jadi lebih seru dan bermanfaat. Nah, mudah-mudahan dengan tahu perhitungan pajak, jenis pajak motor dan perhitungan denda, kamu bisa membiasakan diri untuk bayar pajak tepat waktu ya!

 

 

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...