ketahui-instrumen-pasar-modal-untuk-belajar-keuntungan-resiko-dan-investasi-di-usia-muda

Ketahui Instrumen Pasar Modal untuk Belajar Keuntungan, Resiko dan Investasi di Usia Muda

Ketahui Instrumen Pasar Modal untuk Belajar Keuntungan, Resiko dan Investasi di Usia Muda – Investasi di pasar modal bisa menjadi cara guna menjaga nilai dana yang kamu miliki yang sudah kamu sisihkan sebagai modal. Di pasar modal, ada banyak hal yang di jual belikan dalam hal keuangan. Kamu bisa berperan sebagai penyetor modal atau investor dengan cara menanamkan investasi kamu di pasar modal sehingga uang bisa berkembang sesuai dengan harapan dengan keuntungan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan investasi lainnya atau deposito.

ketahui-instrumen-pasar-modal-untuk-belajar-keuntungan-resiko-dan-investasi-di-usia-muda

Hampir sama seperti lembaga keuangan umumnya, ada berbagai Instrumen pasar modal yang bisa kamu pilih guna memulai investasi mulai dari saham, obligasi dan juga reksa dana.

Bentuk investasinya juga bisa dipilih sesuai pengetahuan dan selera kamu sehingga sesuai dengan kebutuhan kamu. Masing-masing jenisnya memiliki keunggulan dan juga resiko. Jadi, penting sekali bagi kamu untuk mengetahui terlebih dahulu faktor kelebihan dan ancaman kerugian dari masing-masing investasi yang kamu pilih terutama saat hendak melakukan transaksi sehingga kamu tidak menyesal saat sudah melakukan investasi.

investasi-di-pasar-modal

1. Saham

Kamu bisa melakukan investasi berupa saham. Dengan demikian, secara tidak langsung kamu sudah bisa menjadi pemilik perusahaan karena saham yang kamu miliki terbilang besar saat membelinya. Semakin besar saham yang kamu beli, semakin besar kepemilikan perusahaan tersebut. Saham sendiri juga bisa diartikan sebagai bukti bahwa perusahaan tersebut adalah milik kamu.

Baca juga : Cuman Punya Uang Rp 100 Ribu? Yuk Belajar Investasi Saham Reksa Dana

Untuk membeli saham, kamu bisa memilih saham mana yang diinginkan. Di Indonesia, bahkan jenis saham mencapai 560 dan semuanya terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, kamu bisa memilih saham sebagai bagian dari investasi. Kepemilikan saham juga memberikan untung dan resiko.

Untuk keuntungan membeli saham yang erat kaitannya dengan kepemilikan perusahaan terdapat dua potensi. Satu, kamu bisa memperoleh dividen kapanpun perusahaan yang kamu beli sahamnya mendapat untung. Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan yang akan diberikan pada para pemegang saham. Jadi, saat perusahaan untung, sudah pasti pemegang saham akan ikut menikmati hasilnya.

Kedua, tidak hanya dividen yang kamu dapatkan tapi juga capital gain dari nilai saham yang kamu punya. Capital gain bisa didapatkan dari menjual saham namun dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan saat kamu membelinya. Jadi, selisih penjualan serta pembelian disebut sebagai capital gain.

Bukan hanya keuntungan yang harus diperhatikan, tetapi juga risiko. Waspada pada risiko yang selalu muncul dalam setiap aktivitas saat bermain saham. Ada tiga risiko yang harus kamu waspadai ketika bermain saham seperti capital loss, risiko likuiditas serta bangkrut.

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain dimana kamu hanya berhasil menjual saham dengan nilai sangat rendah dibandingkan saat membelinya. Artinya, kamu bakal kehilangan modal karena melakukan penjualan tersebut.

Tetapi, risiko tidak selalu datang saat bertransaksi jual beli di pasar saham. Risiko likuiditas dan kebangkrutan bisa menghantui para investor yang sudah menitipkan dana atau modalnya di saham perusahaan. Risiko likuiditas bisa membuat kamu sulit menjual saham dalam waktu tertentu. Hal tersebut bisa terjadi jika perusahaan mulai kehilangan rasa percaya dari publik atau saat perusahaan memiliki nilai saham yang terus rendah dan bahkan tidak berkembang.

Terakhir, adalah risiko kebangkrutan yang merupakan kondisi perusahaan untuk menanam modal tidak bisa beroperasi sebab dinyatakan bangkrut oleh pengadilan. Kamu tidak akan bisa memperoleh keuntungan lagi dan bisa saja investasi yang sudah kamu lakukan lenyap.

2. Obligasi

Obligasi juga disebut sebagai surat utang. Saat berinvestasi surat utang, artinya kamu membeli surat tersebut yang sudah dikeluarkan oleh pihak tertentu baik swasta atau negara. Kamu akan memberikan dana kepada pihak tersebut dengan bukti surat utang dilengkapi dengan jatuh tempo sehingga kamu bisa mendapatkan lagi dana tersebut. Maksudnya adalah kamu menjadi pemberi utang dan surat perjanjian adalah obligasi.

Modal dibayarkan berdasarkan kesepakatan dalam surat tersebut, bisa jadi kamu meminta bunga pinjaman dengan waktu pembayaran berdasarkan surat perjanjian. Investasi ini terkesan lebih aman sebab sifatnya sebagai utang dan dilengkapi dengan surat bukti perjanjian serta untung yang menjanjikan.

Jadi, instrumen pasar modal ini memberikan bunga yang dibayarkan berdasarkan jangka waktu kesepakatan bahkan persentasinya bisa lebih besar dibandingkan deposito. Kamu bisa memperoleh capital gain jika kamu menjual surat utang tersebut saat nilai pasaran tengah naik. Tetapi, risiko capital loss, likuiditas serta kebangkrutan masih tetap menghantui.

3. Reksa dana

Investasi saham atau obligasi membutuhkan banyak dana dan hal tersebut adalah kendala utama bagi para investor dengan dana terbatas. Cara lainnya adalah dengan reksa dana yang bisa membuat kamu memulai investasi. Reksa dana juga bermacam-macam jenisnya seperti reksa dana saham, reksa dana pasar uang dan lainnya.

Kesimpulannya, jika kamu punya banyak modal investasi saham bisa menjadi pilihan utama apalagi jika memiliki keahlian dalam pasar keuangan. Tapi, jika modal besar dan ingin penghasilan pasti, obligasi adalah pilihan yang tepat. Reksa dana sangat cocok jika kamu memiliki modal terbatas sebagai instrumen pasar modal.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...