6 Kesalahan Investasi Emas yang Paling Sering Dilakukan

6 Kesalahan Investasi Emas yang Paling Sering Dilakukan

6 Kesalahan Investasi Emas yang Paling Sering Dilakukan – Investasi emas bisa menjadi alternatif bagi anda yang masih ragu dengan investasi lainnya seperti deposito bank, reksa dana, saham atau obligasi. Emas hingga kini masih marak dipilih sebagai investasi yang paling menguntungkan dengan resiko rendah. Harga emas selalu memiliki potensi untuk terus naik sehingga cukup aman bagi para investor.

Sekilas, investasi emas memang tampak menguntungkan. Namun, tanpa anda sadari ada beberapa kesalahan yang seringkali terjadi saat memilih emas sebagai pilihan investasi seperti berikut.

 

6 Kesalahan Investasi Emas yang Paling Sering Dilakukan

1. Berinvestasi emas yang tak berfisik

Saat ini, kecanggihan teknologi menjadi hal yang mempermudah akses anda dalam berinvestasi, misalnya secara online. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, tidak menutup kemungkinan beberapa pihak untuk memanfaatkan keadaan guna mendapatkan keuntungan secara pribadi, yang bisa jadi malah membuat anda rugi. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, hal yang harus anda tekadkan saat berinvestasi emas adalah untuk tidak ikut dalam investasi emas yang tak berfisik. Tolak semua tawaran yang menggiurkan untuk berinvestasi emas secara online dimana anda tidak melihat emas anda secara fisik. Dengan demikian, anda dapat mengurangi resiko kerugian saat berinvestasi.

Namun, jika sudah terlanjur membeli emas yang tanpa fisik, tidak perlu panik. Pastikan jika pihak yang telah menyimpan emas anda dapat dipercaya sehingga secara aman anda dapat mengambil emas tersebut kapanpun. Maka dari itu, disarankan untuk memilih pihak yang kredibel yang dapat benar-benar dipercaya dan sudah memiliki banyak klien. Tapi, jika belum pernah, sebaiknya jangan pernah coba-coba.

Baca juga : Mana Yang Lebih Penting, Asuransi Kesehatan atau Asuransi Kesehatan dan Investasi?

2. Membeli emas perhiasan

 

investasi emas

Saat memiliki tujuan hendak investasi emas, sebaiknya tidak membeli emas yang sudah dalam bentuk perhiasan. Hal ini dikarenakan adanya biaya pembuatan baik saat anda membeli atau menjual emas tersebut. Kebanyakan, toko emas tidak hanya menghitung berat dan kadar dari emas yang anda miliki, tetapi akan menyertakan biaya pembuatan perhiasan. Dengan demikian, jika anda memiliki perhiasan emas yang semakin rumit bentuknya, maka akan semakin mahal ongkos yang anda butuhkan.

Untuk menghindari resiko apapun, sebaiknya belilah emas logam mulia (LM) murni standar 99,99 persen yang sudah bersertifikat dan diproduksi oleh PT Aneka Tambang (Antam). Untuk pembeliannya, anda dapat membeli emas Antam di Antam secara langsung atau di pegadaian. Jika ingin membeli di toko emas, pastikan jika toko tersebut telah memiliki sertifikat asli dari Antam sehingga anda tidak akan mengalami masalah di jauh hari. Tidak hanya itu, anda juga dapat membeli emas di Pegadaian sebab BUMN juga memiliki emas yang dikeluarkan dan diberi cap Pegadaian.

3. Kurang berhati-hati dalam menyimpan emas

Emas adalah perhiasan dan investasi anda, jadi harus benar-benar dijaga secara baik dan jangan pernah menyimpannya sembarangan. Pastikan jika anda menyimpan emas anda secara aman. Titipkan emas ke bank atau pegadaian untuk faktor keamanan jika emas yang sudah anda kumpulkan mulai banyak. Dengan menyimpan emas di tempat yang aman, anda pun dapat mengambilnya kapan saja sesuai kebutuhan.

4. Beli atau jual emas di saat yang tepat saja

Karena emas adalah investasi, maka anda harus mendapatkan untung baik saat membeli atau saat menjual. Sehingga, anda harus memperkirakan waktu yang tepat untuk membelinya. Seperti yang kita ketahui bahwa harga emas cenderung fluktuatif. Jadi, belilah emas disaat harga sedang murah dan ketika harga emas melonjak tinggi, anda bisa menjualnya. Sebab itu, sangat dibutuhkan kesabaran dalam menunggu harga yang tepat. Terburu-buru menjual emas bisa membuat anda malah tidak untung dan rugi. Maka, anda pun harus mengikuti informasi terbaru tentang harga emas jika sedang ingin membeli atau menjual.

5. Beli emas dengan cara utang

Untuk investasi, sangat tidak cocok jika anda membeli emas dengan cara utang. Sebaiknya, belilah logam mulia ini secara cash. Saat membeli emas dengan cara utang, sudah pasti anda akan terikat untuk membeli atau menjualnya. Selain itu, emas merupakan investasi kategori jangka panjang. Tidak akan mudah untuk membayar utang emas yang sudah anda beli dalam waktu yang singkat.

Atau, boleh jadi anda mengikuti arisan yang dalam bentuk emas. Walaupun sangat baik untuk menabung, namun tidak disarakan untuk investasi.

6. Beli emas dengan ukuran yang besar

Memang benar, membeli emas dengan ukuran yang besar akan lebih menguntungkan sebab ukuran yang kecil memiliki harga gram yang lebih tinggi. Sehingga, dengan membeli emas berukuran besar, akan dibutuhkan dana yang besar pula. Namun, perlu diketahui bahwa saat anda ingin menjual emas bentuk batangan atau ukuran besar akan sangat sulit. Emas berukuran kecil cenderung lebih mudah dijual.

Itulah sedikit informasi tentang enam kesalahan yang sering terjadi dalam Investasi emas.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...