Penasaran Raup Untung Di Investasi Pasar Modal? Yuk Belajar Disini!

0Shares

Pasar modal – Nilai uang semakin rendah dan hal ini bisa dilihat dari segala kebutuhan yang terus melonjak naik dari tahun ke tahun. Lima tahun yang lalu, dengan uang 20.000 rupiah saja belanja dan menu masakan rumah kita sudah bervariasi, mulai dari telur dan daging hingga sayuran yang lengkap. Tetapi, sekarang dengan uang 20.000 rupiah akan sulit menikmati hidangan yang nikmat. Hal ini disebut sebagai kondisi inflasi dimana daya beli dari nominal tersebut menjadi semakin rendah apalagi dengan adanya kenaikan harga dari berbagai macam kebutuhan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, banyak orang berpikir bahwa menabung bisa menjadi solusinya. Tetapi, bahkan dengan memiliki tabungan deposito pun tidak bisa menjadi solusi karena bunga yang lebih rendah dibandingkan presentasi inflasi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia.

Berbeda dengan investasi guna mempertahankan nilai uang yang kamu miliki. Sedihnya, banyak orang yang belum memahami investasi yang benar dan tepat. Bisa kita lihat banyak sekali penipuan investasi bodong yang merupakan gambaran bahwa masyarakat kita masih belum tahu betul cara berinvestasi yang aman.

Saat memasuki dunia investasi, dana yang kamu miliki akan digunakan di pasar modal. Seperti namanya, pasar adalah tempat dimana ada kegiatan jual-beli layaknya pasar pada umumnya. Bedanya, jika pasar biasa atau pasar tradisional dilengkapi dengan komoditas yang dijual dan dibeli, pasar modal lebih cenderung pada adanya transaksi jual beli saham. Kegiatan jual beli yang ada pada pasar ini tentu mempengaruhi harga saham yang mengikuti kondisi pasar ataupun yang melebihi persentasi inflasi di Indonesia.

Di pasar konvensional, sudah pasti ada penjual dan pembeli namun berbeda di pasar modal yang memegang dana yang lumayan besar dari masyarakat dan organisasinya benar-benar kompleks guna membuat kinerja investasi menjadi efisien dan efektif seperti misalnya Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sedangkan untuk pihak dalam pasar modal adalah Emiten yakni sebagai penjual saham dan investor yang membeli saham.

Karena organisasinya benar-benar kompleks, dalam penyelenggara ada berbagai posisi yang bertugas untuk melangsungkan kegiatan permodalan dengan adanya peran perusahaan efek. Atas izin dari regulator, perusahaan efek memiliki wewenang dalam menjalankan kegiatan usaha dengan posisi yang bermacam-macam seperti perantara pedagang efek, penjamin emisi efek dan juga manajer investasi.

Sedangkan jenis lembaga penunjang dalam pasar ini dibagi menjadi empat jenis. Kedua jenis didasarkan dalam mengelola efek dalam pasar seperti Biro Administrasi Efek, Kustodian, Wali Amanat dan Pemeringkat efek.
Saat memasuki pasar modal, ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan yakni pasar modal bisa menjadi alternatif guna memperoleh dana bagi banyak perusahaan, jadi bukan cuman bank saja loh yang bisa menyediakan modal untuk memulai usaha.

Selain itu, pentingnya investasi yang dapat menyelamatkan nilai harta kamu di masa depan bisa menjadi salah satu manfaat untuk ikut terjun dalam pasar modal. Jadi, pasar tersebut bisa menjadi start kamu untuk menggerakkan dana yang kamu miliki. Pasar ini bisa juga menjadi kesempatan bagi kamu yang memiliki dana yang cukup sehingga mendapatkan nilai pengembalian yang tinggi.

Tidak hanya itu, pasar ini juga sangat bagus untuk menciptakan lapangan kerja dengan melibatkan pihak-pihak terkait didalamnya yang bisa bertambah baik secara organisasi atau secara individu.

Sehingga, ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal dan berperan menjadi investor, sudah pasti berbeda dengan menabung di celengan atau tabungan biasa yang kamu punya di bank. Sebab, semua itu hanya memberikan bunga yang kecil. Berbeda jika kamu mulai belajar bermain efek di pasar modal yang sudah pasti dapat menumbuhkan harapan untuk meraih keuntungan yang lebih banyak melalui transaksi jual-beli efek. Keuntungan yang kamu miliki juga dapat diperoleh dari dividen terutama jika saham kamu di sebuah perusahaan terbilang tinggi.

Nah, gimana? Kalau memang kamu memiliki dana yang cukup dan ingin mempertahankan nilainya serta ingin menggerakkan uangnya supaya bisa berkembang melalui proses transaksi saham, tentu saja investasi lebih menarik jika dibandingkan dengan mengajukan deposito ke bank atau menabung di bank. Adanya pasar modal bisa kamu manfaatkan untuk wahana investasi bagi pemodal. Dengan terus belajar dan memantau jual-beli, kamu bisa menjual atau membeli saham sesuai dengan dana yang kamu miliki serta potensinya untuk mengembangkan bisnismu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...